Panduan Ekspor Ke Saudi Arabia

A. Ketentuan Impor
Tujuan kebijaksanaan impor Arab Saudi.

  1. Menjamin pasokan secara teratur atas barang-barang kebutuhan dasar dengan harga yang pantas melalui pemantauan pasar setempat maupun pasar luar negeri.
  2. Menyediakan perlindungan konsumen melalui kontrol kualitas dan inspeksi atas barang-barang impor.
  3. Melindungi pedagang lokal terhadap dumping dan praktek dagang tidak jujur lainnya serta memberikan bantuan kepada eksportir dari luar negeri untuk mengembangkan pasar.
  4. Eksportir dari luar negeri mematuhi peraturan-peraturan impor Arab Saudi.

B. Prosedur impor Arab Saudi.
Eksportir dari luar negeri yang akan mengirim barang ekspor ke Arab Saudi harus mempersiapkan dokumen ekspor sebagai berikut:

  1. Surat Keterangan Asal yang dilegalisir oleh Kedutaan Arab Saudi di negara asal pengekspor.
  2. Faktur yang disyahkan dengan menyebutkan negaraasal, nama kapal, cap dan nomor barang, uraian barang, termasuk berat dan nilainya.
    a. Bill of Lading.
    b. Dokumen - dokumen yang menyatakan sesuai dengan peraturan kesehatan.
    c. Dokumentasi asuransi, jika barang yang dikirim termasuk biaya / ongkos muat diasuransikan.
    d. Surat Keterangan Asal, Faktur, Bill of Lading dan dokumen lainnya juga harus dilegalisir oleh KADIN setempat (negara asal).
  3. Sertifikat mutu barang dari instansi yang berwenang. Bentuk dokumen dan prosedur pada dasarnya tidak berbeda dengan yang berlakusecara internasional.

C. Ketentuan mengenai Produk Impor.

  1. Produk yang dilarang untuk diimpor. Adapun impor produk-produk yang dilarang adalah senjata, alcohol dan ethylalkohol, narkotik, bahan publikasi/ buku-buku pornographi, peralatan /permainan judi kecuali kartu remi dan billiard, peralatan distilasi / penyulingan dan benda-benda seni pahat.
  2. Produk yang impornya memerlukan ijin khusus. Produk yang memerlukan izin khusus antara lain; biji-bijian untuk pertanian,tanaman, bahan makanan, buku-buku, majalah berkala, film dan kaset, kitabsuci Al-Qur'an, publikasi keagamaan, barang-barang kimia dan bahan-bahan berbahaya, obat-obatan, peralatan telekomunikasi tanpa kabel, kuda, parfumdan benda kuno / antik.

D. Ketentuan umum sertifikasi mutu barang.

  1. Sertifikasi bahan makanan. Untuk produk bahan makanan harus mengikuti peraturan Mandatory Standards SSAI / 1984, dari Saudi Arabian Standar Organization (SASO) baik berupaproduk makanan contoh (sample) ataupun untuk kepentingan perdagangan. Produk / bahan makanan yangdiekspor harus memiliki beberapa sertifikat yaitu :
  2. Food manufacturer's Certificate. Dalam sertifikat tersebut tercantum data bahan makanan (berisi kompisisiramuan/bahan), kandungan kimia, standar microbiologi, waktu penyimpanandan penggunaan (tanggal produk dan masa akhirnya). Apabila produk makanantersebut menggunakan minyak hewani, harus dijelaskan jenishewannya, tidak mengandung minyak babi atau menggunakan rasa tiruan demikian pula bila produk tersebut merupakan produk genetika. Sertifikat tersebut harus dilegalisir dan ditandatangani oleh Kantor Departemen Kesehatan setempat.
  3. Consumer Protection Certificate Sertifikat tersebut mencantumkan data kelayakan produk yan menyatakan makanan tersebut aman dan dapat dikonsumsikan manusia, dikeluarkanoleh Direktorat Jenderal Pengawasan Mutu Makanan, Departemen Perdagangan dan SASO.
  4. Price list. Merupakan daftar harga barang ekspor yang dibuat oleh eksportir menurut standar harga pasar setempat. Labelisasi. Ketentuan dalam pembuatan label bahan makanan dan penjualan produk makanan di Arab Saudi ditetapkan oleh SASO. Pada dasarnya dalam label harus dijelaskan tentang komposisi bahan dan cara penggunaan, dalam bahasa Arab dan Inggeris.
  5. Sertifikasi daging impor . Arab Saudi hanya memperkenankan daging sapi , kambing atau hewan potong lainnya dari jenis jantan(male) saja, baik segar maupun beku.Dokumen pengiriman barang (shipping document) untuk daging terdiri dari sbb. :
  6. Sebuah sertifikat yang menyatakan bahwa pemotongan ternak dilakukan dirumah pemotongan hewan resmi sesuai dengan ketentuan syari'at Islam /halal dan sertifikat tersebut dilegalisir oleh Dewan Islamiah setempat. Sertifikat ini juga merupakan persyaratan bagi pengapalan ternak ayam.
  7. Official Health Certificate Sertifikat kesehatan pada setiap pengapalan, yang menunjukkan tanggal pemotongannya, jenis kelamin ternak dan umur rata-rata, 12 jam sebelum dipotong sudah diadakan pemeriksaan langsung oleh dokter hewan, bebas dari penyakit menular dan layak untuk konsumsi manusia. Catatan : Health Certificate(sertifikat kesehatan) merupakan keharusan bagi setiap produk makanan yang di impor Arab Saudi untuk seluruh jenis daging (termasuk ternak ayam dan hasil laut), produk daging, ternak potong, sayuran dan buah-buahan. Umur ternak, pada waktu pemotongan tidak lebih dari 3 tahun bagi kambing/domba dan lima tahun bagi sapi.
  8. Sertifikasi Biji padi-padian dan Benih (bibit) impor. Eksportir biji padi-padian dan benih harus memberikan label dengan tulisan dalam bahasa Arab disetiap kemasan yang digunakan, dengan rincian sebagai berikut :
  9. Barley atau Sorghum (tanaman yang menyerupai gandum/ jagung) untuk makanan ternak :
    a) Nama Eksportir;
    b) Berat kemasan;
    c) Nama negara asal produk;
    d) Tanggal produksi dan masa berlakunya.
    b. Benih yang digunakan dari biji-bijian:
    a) Nama eksportir;
    b) Nama negara asal produk;
    c) Mengandung racun bagi manusia dan hewan atau tidak;
    d) Tanggal produksi;
    e) Masa berlaku.
  10. Sertifikat pemeriksaan. Eksportir harus menunjukkan Certificate of Inspection asli dari barangekspor , sertifikat tersebut menjelaskan sebagai berikut :
    a) Nama dan alamat pembeli;
    b) Nama dan alamat penjual;
    c) Jenis dan jumlah;
    d) Nama perusahaan angkutan kapal laut;
    e) Jenis kemasan;
    f) Informasi tertulis disetiap masing-masing kemasan; Hasil pemeriksaan dan persentase bahan / unsur / ramuan;
    g) Metoda pengunaan bahan kimia terhadap benih;
    h) Konfirmasi bahwa benih bebas dari kuman, hama binatang dan penyakit menular.
    i) Phytosanitary Certificate. Sertifikat ini membuktikan bahwa biji-bijian atau Benih tersebut bebas dari penyakit atau hama tanaman lainnya. Dilegalisir oleh perwakilan/instansi Departemen Pertanian negara asal. Sertifikat ini harus terlampir dalam dokumen kapal untuk komoditi tepung terigu, beras, biji-bijian, padi-padian, benih tanaman, kayu, tanam-tanaman, bahan tanaman, dan lain-lain.
    j) Seed Analysis Certificate. Sertifikat tersebut untuk membuktikan tingkat derajat keaslian benih untuk "shipment" tujuan Arab Saudi, dilegalisir oleh instansi yang ditetapkan pemerintah.

4. Sertifikasi produk ICCP.

Terdapat 66 jenis barang impor dikenakan ketentuan International Conformity Certification Program (ICCP) dimana barang-barang tersebut dikenakan kewajiban pre-shipment testing atau pre-shipment inspection. 66 jenis barang impor ini sertifikasinya dikeluarkan oleh Saudi Arabian Standard Organization (SASO). Untuk pelaksanaan pre-shipment testing ini, SASOtelah menunjuk 98 laboratorium di 45 negara termasuk di Indonesia. ICCP ini dimaksudkan untuk melindungi dan mengamankan pasarArab Saudi dari masuknya barang barang tiruan, berkualitas rendah dan dapat membahayakan jiwa /kesehatan para konsumen Arab Saudi. Dengan program ini, maka seluruh produk impor yang masuk kepasar Arab Saudi harus berkualitas tinggi sesuai standar SASO. Perusahaan manufaktur atau eksportir dari 66 jenis barang tersebut harus mendapatkan Certificate of Conformity terlebih dahulu, yaitu setelah barangnya menjalani Pemeriksaan di suatu laboratorium yang ditunjuk SASO dinegara pengekspor sebelum pengirimannya (melalui darat, laut dan udara). Sertifikat tersebut harus dilampirkan bersama dengan dokumen ekspor lainnya.

 

Sumber:

http://www.kemlu.go.id/jeddah/Buku/Panduan%20Bisnis.pdf

http://www.kemendag.go.id/files/pdf/2012/12/08/panduan-bisnis-di-arab-saudi-id0-1354944583.pdf

Comments for this post are closed.