Alternatif Cara Kirim Barang Dari Luar Negeri

Alternatif Cara Kirim Barang Dari Luar Negeri , Antisipasi Besarnya Biaya Yang Timbul Dan Hambatan Dalam Penerimaan di Dalam Negeri

Belanja diluar negeri ataupun belanja melalui toko online yg berlokasi di luar negeri. Gimana caranya kirim barang tsb supaya bisa saya terima di Indonesia?”

“Saya telah membayar biaya kirim atas pesanan barang ke pihak penjual diluar negeri dan setelah sampai di Indonesia ditelpon/email oleh kurir (perusahaan pengirim) harus menyelesaikan terlebih dulu pembayaran pajak dan biaya-biaya lain sebelum barang dikirim ke rumah?”

“Kiriman Paket barang saya telah sampai di Indonesia namun oleh kurir (perusahaan pengirim) diberitahukan bahwa saya mesti melampirkan ijin dari instansi yang berwewenang?”

“Paket kiriman saya beberapa waktu lalu senilai $35 kenapa bisa kena pajak Rp. 89.000,- ya? Dasar perhitungan nya dari mana?”

Beberapa pertanyaan dari rekan-rekan tersebut saya baca dari komentar di salah satu akun facebook dan mungkin teman-teman sekalian mengalami hal yang sama. Saya akan coba jelaskan tahap demi tahap berdasarkan pengetahuan dan pengalaman saya di lapangan sehingga bisa memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi.

I. Pengertian

Sebagai seorang pribadi atau pemilik bisnis tentunya ingin beberapa alternatif pilihan agar barang yang dibeli, hadiah, kiriman dari sahabat, barang contoh dsb dari luar negeri dapat diterima di Indonesia dengan lebih mudah, murah biayanya, cepat dan tentunya aman. Namun mengingat barang tersebut didatangkan dari luar negeri atau istilahnya barang impor maka pengurusan pengeluarannya harus memenuhi ketentuan yang berlaku dan dalam hal ini UU Kepabeanan.

Salah satu alternatif pengiriman barang dari luar negeri dan dalam pengurusan pengeluarannya memenuhi ketentuan yang berlaku adalah barang kiriman atau paket yang dikirim melalui Perusahaan Jasa Titipan(PJT) atau PT. Pos Indonesia (Express Mail Service/EMS). Pemilihan untuk mengirim barang apakah melalui PJT atau PT. Pos Indonesia (Express Mail Service/EMS) tentunya dengan berbagai pertimbangan antara lain jarak antara pengirim(supplier) dengan agen pengirim perusahaan tsb di luar negeri, biaya kirim(freight), biaya penanganan yang dibebankan dan kecepatan barang tsb diterima.

II. Persyaratan

Barang kiriman yang dapat dikirim melalui Perusahaan Jasa Titipan(PJT) atau PT. Pos Indonesia (Express Mail Service/EMS) adalah barang/paket impor (tidak termasuk surat menyurat) yang beratnya tidak melebihi 100 (seratus) kg netto untuk setiap House Airway Bill (dokumen pengangkutan melalui transportasi udara). House Airway Bill atau lebih singkatnya Airway Bill memiliki nomor dalam setiap pengiriman dan nomor ini (tracking number) dapat digunakan untuk melacak posisi/lokasi barang terkini. Untuk cara pengecekan tergantung dari fasilitas yang diberikan setiap PJT, biasanya dengan membuka website PJT tersebut dan hanya memasukkan nomor Airway Bill lalu tekan pilihan TRACK maka akan muncul perjalanan keberadaan barang yang dikirim.

Selanjutnya untuk barang kiriman yang beratnya melebihi 100 kg netto untuk setiap House Airway Bill berlaku ketentuan umum di bidang impor (impor umum) dan penyelesaiannya dilakukan dengan dokumen PIB (Pemberitahuan Impor Barang). Pengecualian atas ketentuan mengenai berat barang dapat diberikan terhadap (1) barang kiriman untuk tujuan tempat penimbunan berikat; atau (2) barang kiriman lainnya yang memperoleh ijin dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai ( sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 188/PMK.04/2010 tanggal 29 Oktober 2010 Pasal 29 ayat 2).

Yang perlu diperhatikan dan penting bagi pembeli/penerima barang di dalam negeri sebelum barang dikirim adalah memastikan apakah terhadap barang kiriman dari luar negeri tersebut terkena ketentuan perijinan dari instansi teknis terkait.

Jika atas barang tersebut terkena ketentuan perijinan dari instansi terkait maka sebaiknya diurus/dipenuhi terlebih dahulu perijinannya sebelum barang tiba di Indonesia. Contoh beberapa barang yang terkena aturan larangan dan pembatasan adalah sebagai berikut :

  1. Produk Kosmetika harus memperoleh persetujuan dari BPOM berupa SKI (Surat Keterangan Impor);
  2. Impor Kiriman Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld) dan Komputer Tablet hanya diperbolehkan maksimal 2 (dua) buah sebagaimana diatur di Peraturan Menteri Perdagangan;
  3. Impor Kiriman Pakaian jadi hanya diperbolehkan maksimal 10 (sepuluh) buah sebagaimana diatur di Peraturan Menteri Perdagangan;
  4. Impor Kiriman Produk Elektronik hanya diperbolehkan maksimal 2 (dua) buah sebagaimana diatur di Peraturan Menteri Perdagangan
  5. Produk hewan, tumbuhan dan ikan harus memperoleh ijin pemasukan dari Badan Karantina;
  6. Barang Kena Cukai hanya diijinkan per alamat penerima barang, paling banyak :
    a. 40 batang sigaret; atau
    b. 10 batang cerutu; atau
    c. 40 gram hasil tembakau lainnya; dan
    d. 350 ml minuman mengandung etil alkohol;
    e. Terhadap kelebihannya akan dimusnahkan secara langsung.

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *